Menghitung Kebutuhan Internet di Kos-Kosan: Panduan Mudah untuk Pemilik Kos

Bagikan :

Internet yang cepat dan stabil sekarang jadi kebutuhan wajib anak kos. Bahkan, WiFi yang bagus seringkali lebih penting dari ukuran kamar atau fasilitas lainnya. Tapi bagaimana cara tahu berapa besar internet yang dibutuhkan untuk kos Anda?

Kalau terlalu kecil? Anak kos akan komplain dan pindah. Kalau terlalu besar? Anda buang-buang uang untuk internet yang tidak terpakai. Artikel ini akan bantu Anda menghitung kebutuhan internet dengan mudah supaya anak kos senang dan kantong Anda aman.


Kenapa Harus Hitung dengan Benar?

Anak Kos Senang, Kos Penuh Terus

Anak kos zaman sekarang pakai internet untuk kuliah online, kerja dari rumah, nonton film, video call sama keluarga. Kalau internet lemot, mereka langsung cari kos lain. Internet bagus = anak kos betah.

Hemat Uang

Beli paket internet yang terlalu besar sama dengan buang-buang uang setiap bulan. Sebaliknya, kalau terlalu kecil, nanti harus upgrade berkali-kali (malah lebih mahal).

Kos Anda Lebih Menarik

Di area yang banyak kos, yang punya “WiFi 100 Mbps lancar jaya” pasti lebih laku dibanding yang cuma “ada WiFi”. Internet yang bagus adalah nilai jual yang kuat.


Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan

1. Berapa Banyak Kamar dan Penghuni?

Ini yang paling dasar. Semakin banyak orang, semakin besar kebutuhan internet.

Contoh sederhana:

  • Kos 10 kamar = paling banyak 10 orang
  • Kos 20 kamar = paling banyak 20 orang
  • Kos 30 kamar = paling banyak 30 orang

2. Siapa yang Tinggal di Kos Anda?

Kebutuhan internet beda-beda tergantung siapa penghuninya:

Mahasiswa:

  • Pakai internet untuk kuliah online, browsing, main sosmed
  • Butuh internet sedang: 3-5 Mbps per orang

Pekerja Kantoran:

  • Pakai internet untuk kerja dari rumah, video meeting, kirim file
  • Butuh internet lebih banyak: 5-8 Mbps per orang

Campuran Mahasiswa dan Pekerja:

  • Kebutuhan sedang: 4-6 Mbps per orang

3. Berapa Banyak Gadget per Orang?

Sekarang orang punya banyak gadget:

  • 1 HP (semua orang pasti punya)
  • 1 laptop atau tablet (hampir semua punya)
  • Gadget lain (smartwatch, console game)

Rata-rata: Setiap orang punya 2-3 gadget yang konek ke WiFi

4. Kapan Jam Sibuknya?

Internet tidak ramai sepanjang hari. Ada jam-jam tertentu yang padat:

Jam Ramai (Peak Hours):

  • Pagi: 06.00-08.00 (siap-siap berangkat)
  • Siang: 12.00-14.00 (istirahat)
  • Malam: 18.00-23.00 (paling ramai, semua orang di kamar)

Jam Sepi:

  • Pagi-siang: 08.00-17.00 (pada kuliah/kerja)
  • Tengah malam: 00.00-06.00 (pada tidur)

5. Anak Kos Pakai Internet untuk Apa?

Aktivitas Ringan (butuh 1-2 Mbps):

  • Buka web
  • Main sosmed (Instagram, Facebook, TikTok)
  • Chat di WhatsApp

Aktivitas Sedang (butuh 3-5 Mbps):

  • Dengerin musik Spotify
  • Video call biasa
  • Kirim email dengan lampiran

Aktivitas Berat (butuh 5-10 Mbps):

  • Nonton YouTube atau Netflix (HD)
  • Video meeting (Zoom, Google Meet)
  • Download/upload file besar

Aktivitas Sangat Berat (butuh 10+ Mbps):

  • Nonton film 4K
  • Main game online
  • Upload video ke YouTube

Cara Hitung yang Mudah

Rumus Sederhana

Internet yang Dibutuhkan = Jumlah Orang × Kebutuhan per Orang × Berapa Persen yang Online Bareng

Berapa persen yang online bareng?

Tidak semua anak kos pakai internet di waktu yang sama. Ini perkiraan kasar:

  • Kos kecil (kurang dari 15 kamar): 70-80% online bareng
  • Kos sedang (15-25 kamar): 60-70% online bareng
  • Kos besar (lebih dari 25 kamar): 50-60% online bareng

Contoh Hitung 1: Kos Mahasiswa Kecil

Data:

  • Jumlah kamar: 10
  • Penghuninya: Mahasiswa
  • Kebutuhan per orang: 4 Mbps
  • Yang online bareng: 75% (sekitar 7-8 orang)

Hitung:

Internet = 10 × 4 × 75% = 30 Mbps
Tambah cadangan 20% = 30 × 1.2 = 36 Mbps

Kesimpulan: Ambil paket 50 Mbps

Contoh Hitung 2: Kos Pekerja Menengah

Data:

  • Jumlah kamar: 20
  • Penghuninya: Pekerja kantoran
  • Kebutuhan per orang: 6 Mbps
  • Yang online bareng: 65% (sekitar 13 orang)

Hitung:

Internet = 20 × 6 × 65% = 78 Mbps
Tambah cadangan 20% = 78 × 1.2 = 94 Mbps

Kesimpulan: Ambil paket 100 Mbps

Contoh Hitung 3: Kos Campuran Besar

Data:

  • Jumlah kamar: 35
  • Penghuninya: Campuran (mahasiswa dan pekerja)
  • Kebutuhan per orang: 5 Mbps
  • Yang online bareng: 55% (sekitar 19 orang)

Hitung:

Internet = 35 × 5 × 55% = 96 Mbps
Tambah cadangan 20% = 96 × 1.2 = 115 Mbps

Kesimpulan: Ambil paket 150 Mbps


Tabel Bantuan Cepat

Berdasarkan Jumlah Kamar

Jumlah KamarUntuk MahasiswaUntuk PekerjaUntuk Campuran
5-10 kamar30-50 Mbps50-75 Mbps40-60 Mbps
11-15 kamar50-75 Mbps75-100 Mbps60-90 Mbps
16-20 kamar75-100 Mbps100-150 Mbps90-120 Mbps
21-30 kamar100-150 Mbps150-200 Mbps120-180 Mbps
31-40 kamar150-200 Mbps200-300 Mbps180-250 Mbps
40+ kamar200+ Mbps300+ Mbps250+ Mbps

Cara pakai tabel:

  1. Lihat jumlah kamar kos Anda di kolom pertama
  2. Pilih kolom sesuai profil penghuni
  3. Ambil paket internet sesuai angka yang tertera

Berdasarkan Kegiatan

KegiatanInternet per Orang10 Orang Butuh
Browsing biasa1-2 Mbps10-20 Mbps
Kuliah/kerja online3-5 Mbps30-50 Mbps
Nonton Netflix/YouTube5-8 Mbps50-80 Mbps
Main game online3-6 Mbps30-60 Mbps

Tips Supaya Internet Awet dan Adil

1. Bagi Internet dengan Adil

Supaya tidak ada satu kamar yang “ngobok” semua internet:

  • Tiap kamar minimal dapat: 3-5 Mbps
  • Maksimal tiap kamar: 10-15 Mbps (biar adil)
  • Batas waktu (opsional): Putus otomatis setelah 8-12 jam online terus

2. Atur Prioritas

Buat yang penting dapat jatah lebih:

Prioritas Tinggi:

  • Video call untuk kerja/kuliah
  • Browsing untuk tugas

Prioritas Sedang:

  • Dengerin musik
  • Buka sosmed

Prioritas Rendah:

  • Download file besar
  • Nonton film 4K

3. Perawatan Rutin

Supaya internet tetap lancar:

  • Restart router: Seminggu sekali (Minggu pagi)
  • Update sistem router: Sebulan sekali
  • Bersihkan debu router: Sebulan sekali

4. Blokir yang Bikin Boros

Blokir atau batasi hal-hal yang bikin internet boros:

  • Torrent (download bajakan, bisa habiskan internet)
  • Streaming 4K saat jam ramai
  • Situs berbahaya atau ilegal

Yang Perlu Diperhatikan Lagi

Kecepatan Upload Juga Penting

Jangan cuma lihat kecepatan download. Upload juga penting untuk:

  • Video call (butuh upload yang stabil)
  • Upload tugas atau dokumen
  • Backup file ke cloud

Tips: Upload minimal 30-50% dari kecepatan download

Contoh: Kalau download 100 Mbps, upload minimal 30-50 Mbps

Ping/Latency untuk Gamers

Kalau anak kos Anda banyak yang main game online, perhatikan ping:

  • Game online butuh ping kurang dari 50ms
  • Video call butuh ping kurang dari 100ms

Tips: Pilih provider internet yang bagus routingnya

Stabil Lebih Penting dari Cepat

Lebih baik internet sedang tapi jarang putus, daripada internet kencang tapi sering mati.

Target: Internet nyala minimal 99% (maksimal mati 7 jam dalam sebulan)


Peralatan yang Dibutuhkan

Untuk Kos Kecil (< 50 Mbps, 5-10 kamar)

Router WiFi:

  • Standar WiFi 5
  • Harga: Rp 500 ribu – 1 juta
  • Contoh: TP-Link Archer C6, Xiaomi Router 4A

Jumlah perangkat WiFi tambahan:

  • 1-2 unit cukup

Untuk Kos Sedang (50-100 Mbps, 10-20 kamar)

Router:

  • WiFi 5 atau WiFi 6
  • Harga: Rp 1-2 juta
  • Contoh: TP-Link Archer AX50, Asus RT-AX55

Perangkat WiFi tambahan:

  • 2-3 unit
  • Harga: Rp 500 ribu – 1 juta per unit

Untuk Kos Besar (> 100 Mbps, 20+ kamar)

Router:

  • WiFi 6 yang bisa atur pembagian internet
  • Harga: Rp 2-4 juta
  • Contoh: Ubiquiti, Mikrotik

Perangkat WiFi tambahan:

  • 4-6 unit (kualitas bagus)
  • Harga: Rp 1-2 juta per unit

Switch (pembagi kabel):

  • 16-24 port
  • Harga: Rp 1.5-3 juta

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Hitung Cuma Berdasarkan Jumlah Kamar

Salah: “Kos 20 kamar, pakai 20 Mbps cukup lah”

Benar: Harus lihat juga siapa penghuninya, pakai internet buat apa, dan berapa orang online bareng

2. Tidak Kasih Cadangan

Salah: Hitung pas-pasan dengan kebutuhan minimal

Benar: Selalu tambahkan cadangan 20-30% buat jaga-jaga

3. Cuma Lihat Kecepatannya

Salah: “100 Mbps pasti bagus”

Benar: Lihat juga apakah sering putus, ping berapa, dan provider internetnya bagus atau tidak

4. Router Murahan

Salah: Beli internet 100 Mbps tapi pakai router 100 ribuan

Benar: Router harus kuat menangani kecepatan internet yang dibeli

5. Tidak Ada Aturan Pemakaian

Salah: Biarkan semua orang pakai internet sesuka hati

Benar: Atur supaya adil, tidak ada yang monopoli


Rekomendasi Paket Internet

Kos Kecil (5-10 kamar)

Paket yang Cocok:

  • Untuk mahasiswa: 30-50 Mbps
  • Untuk pekerja: 50-75 Mbps

Perkiraan Biaya:

  • Pasang awal: Rp 2-4 juta
  • Bayar bulanan: Rp 300-500 ribu

Kos Menengah (11-25 kamar)

Paket yang Cocok:

  • Untuk mahasiswa: 50-100 Mbps
  • Untuk pekerja: 100-150 Mbps

Perkiraan Biaya:

  • Pasang awal: Rp 5-10 juta
  • Bayar bulanan: Rp 500 ribu – 1 juta

Kos Besar (25+ kamar)

Paket yang Cocok:

  • Untuk mahasiswa: 100-200 Mbps
  • Untuk pekerja: 150-300 Mbps

Perkiraan Biaya:

  • Pasang awal: Rp 10-20 juta
  • Bayar bulanan: Rp 1-2 juta

Daftar Cek Sebelum Pasang Internet

Sebelum pasang internet, pastikan sudah:

  • [ ] Hitung jumlah penghuni maksimal
  • [ ] Tahu siapa penghuninya (mahasiswa/pekerja)
  • [ ] Tambahkan cadangan 20-30%
  • [ ] Bandingkan minimal 3 provider internet
  • [ ] Baca review provider internet di daerah Anda
  • [ ] Pastikan router dan peralatan cukup bagus
  • [ ] Ada rencana pembagian internet yang adil
  • [ ] Budget bulanan sesuai kemampuan
  • [ ] Ada jaminan dari provider (kalau sering mati bisa komplain)
  • [ ] Sudah siapkan cara mengatasi masalah

Kesimpulan

Menghitung kebutuhan internet di kos bukan asal “beli yang paling besar”. Anda perlu seimbangkan antara anak kos senang dan uang tidak boros.

Rumus Gampang

Internet = (Jumlah Orang × Kebutuhan per Orang × Berapa Persen Online Bareng) + Cadangan 20%

Poin Penting

Kenali penghuni Anda: Mahasiswa dan pekerja beda kebutuhan

Hitung yang realistis: Tidak semua orang online bersamaan

Kasih cadangan: Minimal 20% untuk jaga-jaga

Router harus bagus: Harus mampu menangani kecepatan internet

Atur pembagian: Supaya adil, tidak ada yang monopoli

Pantau terus: Cek penggunaan setiap 3-6 bulan

Langkah Selanjutnya

  1. Hitung kebutuhan pakai rumus di atas
  2. Survei provider di daerah Anda (minimal 3 provider)
  3. Bandingkan paket dari segi kecepatan, harga, dan kestabilan
  4. Pilih router yang sesuai dengan kecepatan internet
  5. Pasang dengan benar (posisi router bagus, sinyal merata)
  6. Pantau hasilnya dan sesuaikan kalau perlu

Ingat: Internet yang bagus adalah investasi, bukan pengeluaran sia-sia. Anak kos yang senang akan tinggal lama, ajak teman-temannya ikut tinggal, dan kasih review bagus. Semua itu dimulai dari perhitungan internet yang tepat.

Bagaimana menurut kalian mengenai Perkembangan Jaringan 6G di jaman yang sangat modern ini? Bermanfaat atau malah Merugikan kita? Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing.

Pelajari Juga : Perkembangan Jaringan dan Tenaga IT

Artikel Lainnya

Membangun Jaringan Internet di Kantor

Pernahkah Anda mengalami momen frustrasi saat sedang video conference penting dengan klien, tiba-tiba koneksi internet terputus? Atau saat deadline mendekat, file besar yang mau diupload ke cloud malah stuck karena jaringan lemot? Situasi seperti ini bukan cuma bikin kesal, tapi berdampak langsung ke produktivitas dan bahkan revenue perusahaan.

Read more »

Mau Konsultasi?

Kami telah melayani berbagai jenis pekerjaan di berbagai kota di Indonesia, 
tim kami siap untuk membantu memberikan solusi setiap permasalahan IT anda.