Apa itu DNS ? Berikut Pengertian dan Fungsinya

Bagikan :

dns adalah

Apa itu DNS ? DNS adalah kepanjangan dari Domain Name System, yaitu sebuah sistem yang bekerja dengan cara merubah suatu IP Address menjadi sebuah nama domain dalam bentuk database di dalam server.

Seperti contoh kasus, misalnya anda mencari sebuah situs web dengan menuliskan https://172.16.22.10 tentu akan sulit diingat bukan ? Mungkin hanya beberapa orang saja yang bisa mengingatnya. Belum lagi jika terdapat perubahan pada IP Address, akan sangat sulit untuk mensosialisasikan kembali alamat IP baru. Berbeda ketika kita mengetikkan https://rapor.sma.x.org maka akan sangat mudah diingat oleh semua kalangan.

Di era digital seperti saat ini, banyak kebutuhan suatu pekerjaan bahkan siswa sekolah harus menggunakan sebuah sistem informasi untuk menunjang kegiatan mereka, baik untuk keperluan bisnis, pekerjaan, dan belajar mengajar.

Oleh karena itu dibutuhkan suatu domain yang digunakan untuk memudahkan kegiatan tersebut. Pada intinya, DNS adalah sistem yang memudahkan kita untuk mengakses segala kebutuhan yang berhubungan dengan website.

Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang DNS, jangan skip dari artikel ini. Karena di sini kami akan membahas lebih lengkap, Yuk simak penjelasannya !

DNS Adalah ?

Domain Name Server atau DNS adalah sistem yang menghubungkan suatu URL dengan IP Address.

Jadi sebenarnya saat anda ingin menjelajahi sebuah website, anda harus mengetikkan alamat IP untuk bisa mengakses website tersebut. Tentu cara ini sangat merepotkan dan bikin mager, karena anda harus mengingat atau bahkan menulis IP Address website yang anda kunjungi.

Oleh karena itu kelebihan DNS adalah membuat kebutuhan pekerjaan anda menjadi ringkas. Anda hanya perlu memasukkan alamat domain pada web browser yang anda gunakan.

DNS Server Adalah ?

DNS Server adalah sistem untuk menerjemahkan sebuah domain menjadi alamat IP yang mudah dipahami komputer.

Jika tidak ada DNS maka kita harus memasukkan nomor IP secara lengkap ketika akan mengunjungi website. Maka DNS Server adalah salah satu sistem yang harus dipahami oleh seorang web admin.

Fungsi DNS adalah ?

Setelah membahas pengertian DNS, maka anda tentunya sudah mempunyai gambaran tentang fungsi dari DNS.

Jadi, DNS Server adalah sebuah basis data (Database) yang berfungsi menyimpan alamat IP yang digunakan oleh host-name

Secara spesifik, fungsi DNS Server adalah :

1. Meminta informasi IP dari sebuah website berdasarkan alamat domain

2. Memberikan keamanan aktivitas transfer data

3. Mencari server yang tepat untuk pengiriman email

Fungsi DNS akan bekerja secara otomatis saat anda sedang mengakses internet.

Reverse DNS adalah ?

Reverse DNS adalah proses menggunakan DNS untuk menerjemahkan alamat IP ke nama host. Reverse DNS adalah kebalikan dari DNS forward.

Delegasi Reverse DNS adalah IPV4 yang didasarkan pada batas oktet / zona reverse. Misalnya, jika anda mendelegasikan blok IP / 22, maka anda harus mendaftarkan 4/24 zona reverse.

DNS Spoofing adalah ?

DNS Spoofing adalah teknik yang digunakan seorang peretas untuk mengambil alih DNS server secara illegal. Cara kerja DNS Spoofing adalah dengan memalsukan atau merubah alamat IP dari domain tujuannya sehingga semua data dan informasi penting akan masuk dan diketahui dengan mudah oleh peretas.

Tujuan seorang peretas melakukan DNS Spoofing adalah untuk mendapatkan informasi yang penting dan rahasia baik dari individu maupun organisasi.

Lalu bagaimana cara mengatasi agar data dan informasi aman dari DNS Spoofing ?

1. Menggunakan SSL

SSL menggunakan enkripsi 256 bit sehingga susah ditembus oleh hacker sekalipun. Website yang sudah mengguakan SSL biasanya terdapat logo tembok pada bagian URL nya.

2. Konfigurasi Firewall Filter pada Router

Setting filter rule pada router dapat menyaring IP yang mencurigakan, sehingga memungkinkan anda aman dari kejahatan DNS Spoofing

3. Menggunakan Authentikasi

Konfigurasi authentikasi untuk proses login dapat meminimalisir terkena aksi DNS Spoofing. Dengan pengamanan dobel, memungkinkan seorang hacker susah untuk menembus sistem.

4. Hati – hati saat menerima email

Jika anda menerima sebuah email dari sumber yang belum bisa dipercaya, maka jangan gegabah untuk membuka isi dari email tersebut, bisa jadi itu adalah upaya seorang hacker untuk melakukan DNS Spoofing. Maka dari itu, teliti terlebih dahulu isi email dan tautan link yang dikirimkan, jika terlihat mencurigakan lebih baik email dihapus.

5. Mengaktifkan Spam Filter

Spam filter dapat mendeteksi email yang terbukti mencurigakan, jadi email yang masuk ke inbox sudah terjamin aman dari DNS Spoofing

DNS Google adalah ?

DNS Google adalah DNS yang disediakan oleh google yang dapat digunakan oleh umum. Biasanya penyedia internet atau yang biasa kita kenal dengan ISP tidak menyedikan layanan DNS secepat DNS Google. Karena beberapa faktor yang salah satunya adalah lambatnya DNS yang disediakan oleh provider, maka DNS Google adalah solusi yang tepat.

DNS Google dianggap bisa mempercepat proses browsing dan memiliki koneksi yang aman, berbeda dengan DNS beberapa provider lokal yang biasanya kurang aman untuk digunakan atau yang biasa disebut DNS kotor.

Cara menggunakan DNS Google adalah dengan mengisi IP DNS pada settingan jaringan yang dipakai

Untuk DNS Google IPV4 adalah 8.8.8.8 dan 8.8.4.4

Untuk DNS Google IPV6 adalah 2001:4860:4860::8888 dan 2001:4860:4860::8844

Demikianlah penjelasan tentang DNS dari kami, Semoga Bermanfaat

Sampai jumpa di artikel berikutnya. Salam !

Bagikan :

Artikel Lainnya

Mau Konsultasi?

Kami telah melayani berbagai jenis pekerjaan di berbagai kota di Indonesia, 
tim kami siap untuk membantu memberikan solusi setiap permasalahan IT anda.