Bagikan :

Pada artikel kali ini kita akan membahas seputar Jaringan Fiber Optic, namun kita lebih berfokus pada alat yang digunakan dalam pengecekan kondisi kabel Fiber Optik menggunakan alat yang bernama OTDR. Mungkin kalian pernah mengalami internet loss atau putus, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh putus nya kabel Fiber kalian. Teknisi Fiber akan menggunakan alat ini untuk mencari informasi-informasi dari kabel yang terputus tersebut.

Pengertian Singkat Kabel Fiber Optik

OTDR pada Fiber Optic

Kabel Fiber Optik adalah salah satu kabel jaringan internet yang berfungsi untuk mengirim dan menerima data secara cepat. Di era modern seperti saat ini memang banyak jenis-jenis kabel jaringan internet, namun kabel yang menurut kami terbaik adalah kabel Fiber Optik.

Mengapa demikian? Karena Fiber Optik memiliki transmisi yang cepat, kabel tersebut terbuat dari serat kaca dan transmisi data tersebut berupa cahaya yang dikirimkan dari tempat satu ke tempat yang lain. Dengan kecepatahan cahaya tersebut kita dapat menikmati koneksi internet yang optimal dan nyaman untuk digunakan.

Pengertian OTDR (Optical Time Domain Reflectormeter)

OTDR adalah alat yang digunakan teknisi Fiber Optik dalam pengecekan kabel. Pada alat ini kita dapat mengecek keadaan kabel tersebut, menganalisa jarak loss atau putusnya kabel pada setiap titik, selanjutnya OTDR akan menampilkan data-data atau informasi pada layar.

Pada dasarnya OTDR digunakan untuk mengevaluasi dan melacak gangguan pada jaringan fiber optik. Sehingga OTDR ini sangat penting dalam proses instalasi maupun maintenance fiber optik.

Fungsi-Fungsi OTDR

Sebenarnya Fiber Optic memiliki begitu banyak fungsi, dan sangat membantu teknisi dalam melakukan pengecekan kabel. Fungsi-fungsi tersebut adalah:

1. Mengukur Loss

Kita dapat memanfaatkan OTDR untuk mengukur loss per satuan panjang dari kabel fiber, dapat diasumsikan sebagai redaman. OTDR dapat melakukan pengukuran redaman yang ada sebelum atau sesudah dilakukan instalasi, sehingga teknisi dapat mengetahui kondisi kabel tersebut. Kondisi kabel yang tidak bagus biasanya akan terlihat redaman yang semakin membengkak, hal ini dikarenakan bengkokan atau kabel terkena beban.

2. Melihat Redaman Pada Konektor

OTDR dapat melihat redaman pada konektor kabel, ketika kita akan menyambungkan kabel fiber agar dapat lebih panjang biasanya kita akan mengecek redamannya terlebih dahulu. Redaman ini sangat berperan penting pada kualitas transmisi, namun ada batasan redaman pada kabel fiber jika terlalu besar maka transmisi tidak akan maksimal.

3. Mengecek Ketidaknormalan Kabel (Fault Location)

Teknisi akan lebih mudah mengetahui ketidaknormalan kabel fiber, caranya melihat dari jarak end of fiber. Misalnya pada scenario kali ini kita memiliki 1 Km kabel, ketika kita mengecek di OTDR ternyata tertera kabel kita hanya 750 m berarti ada masalah di jarak 750 m tersebut. Kita akan lebih mudah melakukan pengecekkan karena mengetahui patokan dari ketidaknormalan kabel kita.

 

Cara Kerja OTDR

Sederhananya cara kerja dari OTDR adalah menghantarkan cahaya (laser) pada kabel fiber, dan menggunakan sebuah radar optik dalam masukan serat optik yang akan diuji. Setelah itu alat ini akan mengukur waktu yang diperlukan laser tersebut untuk dipantulkan kembali.

Teknisi yang akan melakukan pengujian kabel wajib mengetahui dan mengatur indeks bias atau Indeks of Refraction (IoR) pada alat OTDR, dan waktu pantulan balik pada serat optik yang diuji atau diukur.

Mekanismenya seperti berikut:

– Sinyal cahaya akan di kirim kan melalui konektor kabel fiber optik yang sudah dipasang pada OTDR

– Sinyal tersebut akan dipantulkan kembali, sehingga di terima oleh receiver OTDR

– Sinyal yang berhasil diterima itu akan dikategorikan sebagai loss, karena berhasil diterima oleh receiver

– Waktu tempat sinyal tersebut akan digunakan sebagai patokan dalam menghitung jarak kabel.

Karakteristik OTDR

OTDR intinya memiliki karakteristik yang dapat diukur atau dibaca, berikut penjelasan dari kami tentang karakteristik tersebut:

– Mengukur Optical Return Loss (ORL), hal ini timbul akibat refleksi cahaya yang disebabkan karena adanya sambungan kabel atau konektor.

– Mengukur end to end loss, dalam satu panjangan kabel, singkatnya mengukur loss dari ujung ke ujung kabel.

– Mengukur splice loss, biasanya ditimbulkan karena kabel yang sebelumnya putus kemudian disambung kembali.

– Mengukur panjang dari kabel fiber.

Kesimpulan

OTDR adalah singkatan dari Optical Time Domain Reflectometer, yang berfungsi sebagai pengukur jarak kabel fiber optik dengan mekanisme mengirim sinyal cahaya dan dipantulkan kembali, diterima oleh receiver.

Alat ini memiliki banyak sekali kegunaan, seperti mengukur panjang kabel, mengukur ketidaknormalan kabel, dan mengecek redaman pada kabel fiber. Alat ini sangat diperlukan oleh teknisi fiber sebelum maupun sesudah instalasi. Baik tidak nya kabel yang kita gunakan juga dapat dilihat melalui OTDR.

Artikel Terpopuler

Artikel Lainnya

Mau Konsultasi?

Kami telah melayani berbagai jenis pekerjaan di berbagai kota di Indonesia, 
tim kami siap untuk membantu memberikan solusi setiap permasalahan IT anda.