Menghitung Kebutuhan Internet di Café: Panduan Praktis untuk Pemilik Café

Bagikan :

Internet yang cepat dan stabil sekarang jadi faktor penentu kenapa pelanggan memilih satu café dibanding yang lain. Banyak orang datang ke café bukan cuma untuk ngopi, tapi juga untuk kerja, meeting, atau sekadar browsing sambil santai.

Tapi berapa sih kebutuhan internet yang pas untuk café? Kalau terlalu kecil, pelanggan komplain dan tidak balik lagi. Kalau terlalu besar, Anda buang-buang uang tiap bulan. Artikel ini akan bantu Anda menghitung kebutuhan internet café dengan mudah.


Kenapa Internet Penting untuk Café?

Pelanggan Betah Lebih Lama

Pelanggan yang awalnya cuma mau beli kopi satu gelas, kalau WiFi bagus bisa duduk 3-4 jam dan order berkali-kali. Pelanggan yang betah = omzet naik.

Daya Tarik Pelanggan Baru

Banyak pekerja remote dan freelancer yang cari café dengan WiFi kencang untuk kerja. Mereka adalah pelanggan loyal yang datang rutin dan menghabiskan banyak uang.

Marketing Gratis dari Pelanggan

Pelanggan yang senang dengan WiFi café Anda akan posting di Instagram atau kasih review bagus di Google Maps. Ini iklan gratis yang sangat berharga.

Beda dari Kompetitor

Di area yang banyak café, yang punya “WiFi 100 Mbps unlimited” pasti lebih menarik dibanding yang cuma “ada WiFi”. Internet bagus adalah nilai jual.


Faktor yang Perlu Dipertimbangkan

1. Jumlah Kursi di Café

Ini patokan dasar. Semakin banyak tempat duduk, semakin besar kebutuhan internet.

Contoh:

  • Café kecil: 15-20 kursi
  • Café sedang: 30-50 kursi
  • Café besar: 50+ kursi

2. Tipe Pelanggan Café Anda

Kebutuhan internet beda-beda tergantung siapa pelanggannya:

Pelanggan Santai:

  • Cuma browsing, sosmed, chatting
  • Kebutuhan rendah: 2-3 Mbps per orang

Pekerja Remote / Freelancer:

  • Kerja online, video call, upload file
  • Kebutuhan tinggi: 5-8 Mbps per orang

Mahasiswa:

  • Kuliah online, tugas, browsing
  • Kebutuhan sedang: 3-5 Mbps per orang

Campuran:

  • Kombinasi semua tipe
  • Kebutuhan sedang-tinggi: 4-6 Mbps per orang

3. Berapa Gadget per Pelanggan?

Pelanggan café rata-rata bawa:

  • 1 laptop atau tablet
  • 1 smartphone
  • Kadang gadget tambahan (smartwatch)

Rata-rata: 2 gadget per pelanggan yang konek ke WiFi

4. Jam Ramai Café

Tidak semua waktu café penuh. Ada jam-jam tertentu yang ramai:

Peak Hours (Jam Ramai):

  • Pagi: 08.00-11.00 (sarapan + kerja pagi)
  • Siang: 12.00-14.00 (makan siang)
  • Sore: 15.00-18.00 (nongkrong sore)
  • Malam: 19.00-21.00 (dinner + hangout)

Off Peak (Jam Sepi):

  • Pagi buta: 06.00-08.00
  • Setelah lunch: 14.00-15.00
  • Malam: 21.00-tutup

5. Pelanggan Pakai Internet untuk Apa?

Aktivitas Ringan (1-3 Mbps):

  • Browsing web
  • Buka sosmed (Instagram, Facebook)
  • Chat WhatsApp

Aktivitas Sedang (3-5 Mbps):

  • Dengerin Spotify
  • Video call biasa
  • Kirim email dengan file

Aktivitas Berat (5-10 Mbps):

  • Video meeting Zoom
  • Nonton YouTube
  • Download file
  • Edit dokumen online

Rumus Hitung yang Mudah

Formula Sederhana

Internet = Jumlah Kursi × Tingkat Ocupancy × Kebutuhan per Orang × Faktor Gadget

Tingkat Occupancy = Berapa persen kursi terisi saat ramai

  • Café ramai: 80-90%
  • Café sedang: 60-70%
  • Café sepi: 40-50%

Faktor Gadget = Rata-rata 1.5 (karena satu orang bawa 1-2 gadget)

Contoh Hitung 1: Café Kecil Santai

Data:

  • Jumlah kursi: 20
  • Occupancy saat ramai: 80% (16 orang)
  • Tipe pelanggan: Santai (browsing, sosmed)
  • Kebutuhan per orang: 3 Mbps
  • Faktor gadget: 1.5

Hitung:

Internet = 20 × 80% × 3 × 1.5 = 72 Mbps
Tambah cadangan 20% = 72 × 1.2 = 86 Mbps

Rekomendasi: Paket 100 Mbps

Contoh Hitung 2: Café Menengah untuk Pekerja

Data:

  • Jumlah kursi: 35
  • Occupancy saat ramai: 70% (25 orang)
  • Tipe pelanggan: Pekerja remote
  • Kebutuhan per orang: 6 Mbps
  • Faktor gadget: 1.5

Hitung:

Internet = 35 × 70% × 6 × 1.5 = 220 Mbps
Tambah cadangan 20% = 220 × 1.2 = 264 Mbps

Rekomendasi: Paket 300 Mbps

Contoh Hitung 3: Café Besar Campuran

Data:

  • Jumlah kursi: 50
  • Occupancy saat ramai: 75% (38 orang)
  • Tipe pelanggan: Campuran
  • Kebutuhan per orang: 5 Mbps
  • Faktor gadget: 1.5

Hitung:

Internet = 50 × 75% × 5 × 1.5 = 281 Mbps
Tambah cadangan 20% = 281 × 1.2 = 337 Mbps

Rekomendasi: Paket 350-400 Mbps


Tabel Referensi Cepat

Berdasarkan Jumlah Kursi

Jumlah KursiCafé SantaiCafé KerjaCafé Campuran
15-20 kursi50-75 Mbps100-150 Mbps75-100 Mbps
21-30 kursi75-125 Mbps150-200 Mbps100-150 Mbps
31-40 kursi125-175 Mbps200-300 Mbps150-250 Mbps
41-50 kursi175-250 Mbps300-400 Mbps250-350 Mbps
50+ kursi250+ Mbps400+ Mbps350+ Mbps

Cara pakai:

  1. Lihat jumlah kursi café Anda
  2. Pilih kolom sesuai tipe pelanggan
  3. Ambil paket sesuai angka yang tertera

Berdasarkan Aktivitas

AktivitasInternet per Orang20 Orang Butuh
Browsing & sosmed2-3 Mbps40-60 Mbps
Kerja online biasa4-6 Mbps80-120 Mbps
Video meeting5-8 Mbps100-160 Mbps
Streaming HD5-10 Mbps100-200 Mbps

Tips Mengoptimalkan Internet Café

1. Bagi Bandwidth dengan Adil

Jangan sampai satu orang habiskan semua internet:

  • Limit per orang: 5-10 Mbps maksimal
  • Waktu maksimal: Disconnect otomatis setelah 4-6 jam (opsional)
  • Fair usage: Sistem otomatis bagi bandwidth merata

2. Atur Prioritas (QoS)

Buat aktivitas penting dapat jatah lebih:

Prioritas Tinggi:

  • Video call untuk meeting
  • Browsing untuk kerja

Prioritas Sedang:

  • Sosmed
  • Email

Prioritas Rendah:

  • Download file besar
  • Streaming video 4K
  • Torrent (sebaiknya diblokir)

3. Blokir yang Bikin Boros

Blokir aktivitas yang boros bandwidth:

  • Download torrent
  • Streaming 4K saat jam ramai
  • Gaming online yang berat
  • Situs ilegal

4. WiFi untuk Pelanggan dan Staff Terpisah

WiFi Pelanggan:

  • SSID: “Café_Guest”
  • Bandwidth dibatasi per user
  • Content filter aktif

WiFi Staff:

  • SSID: “Café_Staff”
  • Password berbeda
  • Prioritas lebih tinggi
  • Untuk kasir, speaker musik, CCTV

5. Perawatan Rutin

Supaya internet tetap lancar:

  • Restart router: Tiap minggu (Senin pagi sebelum buka)
  • Bersihkan router: Sebulan sekali
  • Update firmware: Sebulan sekali
  • Cek kecepatan: Seminggu sekali

Pertimbangan Tambahan

Upload Speed Juga Penting

Jangan cuma fokus ke download speed. Upload penting untuk:

  • Video call (butuh upload stabil)
  • Upload file kerja
  • Backup ke cloud

Tips: Upload minimal 30-50% dari download

Contoh: Download 100 Mbps, upload minimal 30-50 Mbps

Ping/Latency

Penting untuk video call dan gaming:

  • Video call bagus: ping < 100ms
  • Gaming lancar: ping < 50ms

Tips: Pilih provider yang routingnya bagus

Backup Internet

Café yang serius sebaiknya punya backup internet dari provider berbeda. Kalau internet utama mati, langsung switch ke backup.

Biaya tambahan: Sekitar 30-50% dari paket utama


Peralatan yang Dibutuhkan

Café Kecil (< 100 Mbps, 15-25 kursi)

Router WiFi:

  • WiFi 5 atau WiFi 6
  • Harga: Rp 1-2 juta
  • Contoh: TP-Link Archer AX50, Asus RT-AX55

Access Point tambahan:

  • 1-2 unit kalau café 2 lantai
  • Harga: Rp 500rb – 1 juta per unit

Café Menengah (100-200 Mbps, 25-40 kursi)

Router:

  • WiFi 6 dengan bandwidth management
  • Harga: Rp 2-3 juta
  • Contoh: Ubiquiti Dream Machine, TP-Link ER605

Access Point:

  • 2-3 unit tersebar merata
  • Harga: Rp 1-1.5 juta per unit

Switch:

  • 8-16 port
  • Harga: Rp 1-2 juta

Café Besar (> 200 Mbps, 40+ kursi)

Router:

  • Enterprise grade
  • Harga: Rp 3-5 juta
  • Contoh: Ubiquiti, Mikrotik

Access Point:

  • 4-6 unit (enterprise grade)
  • Harga: Rp 1.5-2 juta per unit
  • Contoh: Ubiquiti UniFi AP

Switch:

  • 16-24 port managed
  • Harga: Rp 2-4 juta

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

1. Hitung Cuma Pakai Feeling

Salah: “Kayaknya 50 Mbps cukup deh”

Benar: Hitung pakai rumus berdasarkan jumlah kursi dan tipe pelanggan

2. Tidak Kasih Cadangan

Salah: Hitung pas-pasan

Benar: Selalu tambah cadangan 20-30% untuk peak hours

3. Router Murahan

Salah: Beli internet 100 Mbps pakai router Rp 200 ribu

Benar: Router harus bisa handle bandwidth dan jumlah user

4. Lupa Soal Upload Speed

Salah: Cuma lihat download speed

Benar: Upload juga penting, minimal 30% dari download

5. Tidak Ada Pembatasan

Salah: Biarkan semua orang pakai sesuka hati

Benar: Limit per user supaya adil untuk semua


Perkiraan Biaya

Café Kecil (15-25 kursi)

Paket Internet:

  • 50-100 Mbps
  • Bulanan: Rp 500rb – 1 juta

Peralatan:

  • Setup awal: Rp 3-5 juta
  • (Router, 1-2 AP, instalasi)

Café Menengah (25-40 kursi)

Paket Internet:

  • 100-200 Mbps
  • Bulanan: Rp 1-2 juta

Peralatan:

  • Setup awal: Rp 8-12 juta
  • (Router bagus, 2-3 AP, switch, instalasi)

Café Besar (40+ kursi)

Paket Internet:

  • 200-400 Mbps + backup
  • Bulanan: Rp 2-4 juta

Peralatan:

  • Setup awal: Rp 15-25 juta
  • (Router enterprise, 4-6 AP, switch, UPS, instalasi profesional)

Checklist Sebelum Pasang

Sebelum pasang internet café, pastikan:

  • [ ] Sudah hitung jumlah kursi dan okupansi
  • [ ] Tahu tipe pelanggan café (santai/kerja/campuran)
  • [ ] Tambahkan cadangan 20-30%
  • [ ] Bandingkan minimal 3 provider
  • [ ] Baca review provider di area café
  • [ ] Budget peralatan sudah disiapkan
  • [ ] Router bisa handle bandwidth dan user
  • [ ] Ada rencana bandwidth management
  • [ ] Pertimbangkan backup internet
  • [ ] Staff tahu cara troubleshooting dasar

Kesimpulan

Menghitung kebutuhan internet café bukan asal pilih paket termahal. Anda perlu seimbangkan antara pelanggan puas dan biaya efisien.

Rumus Singkat

Internet = (Kursi × Occupancy × Kebutuhan per Orang × 1.5) + Buffer 20%

Poin Penting

Kenali pelanggan: Café kerja vs café santai beda kebutuhan

Hitung peak hours: Pas jam ramai butuh bandwidth lebih

Kasih buffer: Minimal 20% untuk jaga-jaga

Peralatan bagus: Router harus kuat handle banyak user

Atur pembagian: Fair usage supaya semua dapat jatah

Pantau terus: Review penggunaan tiap 3 bulan

Langkah Selanjutnya

  1. Hitung kebutuhan pakai rumus di atas
  2. Survei provider di area café (minimal 3)
  3. Bandingkan paket dari segi speed, harga, stabilitas
  4. Pilih router yang sesuai
  5. Pasang dengan benar (posisi AP strategis)
  6. Monitor performa dan adjust kalau perlu

Ingat: Internet bagus bukan pengeluaran, tapi investasi. Pelanggan yang betah karena WiFi kencang akan:

  • Duduk lebih lama = order lebih banyak
  • Datang lagi dan lagi (pelanggan loyal)
  • Ajak teman-temannya datang
  • Posting di sosmed (iklan gratis)
  • Kasih review bagus online

Semua itu dimulai dari perhitungan kebutuhan internet yang tepat. WiFi café yang lambat = pelanggan kabur. WiFi café yang kencang = pelanggan happy dan omzet naik!

Bagaimana menurut kalian mengenai Perkembangan Jaringan 6G di jaman yang sangat modern ini? Bermanfaat atau malah Merugikan kita? Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing.

Pelajari Juga : Perkembangan Jaringan dan Tenaga IT

Artikel Lainnya

Menghitung Kebutuhan Internet di Kos-Kosan

Internet yang cepat dan stabil sekarang jadi kebutuhan wajib anak kos. Bahkan, WiFi yang bagus seringkali lebih penting dari ukuran kamar atau fasilitas lainnya. Tapi bagaimana cara tahu berapa besar internet yang dibutuhkan untuk kos Anda?

Read more »

Perbedaan OSPF dan RIP dalam MikroTik: Kelebihan dan Kekurangannya ​

Jika kamu sedang belajar jaringan komputer dan menggunakan MikroTik RouterOS, dua protokol routing yang sering muncul adalah OSPF (Open Shortest Path First) dan RIP (Routing Information Protocol).
Keduanya adalah routing dinamis yang membantu router menemukan jalur terbaik secara otomatis, tetapi mekanisme, kecepatan, dan skalabilitasnya berbeda.

Read more »

Mau Konsultasi?

Kami telah melayani berbagai jenis pekerjaan di berbagai kota di Indonesia, 
tim kami siap untuk membantu memberikan solusi setiap permasalahan IT anda.